Tanam Jagung Bersama Warga, Polsek Bangko Pusako Tegaskan Ketahanan Pangan Adalah Kesejahteraan Bersama  

beritahulubalang.com, BANGKO PUSAKO — Udara pagi yang cerah menyambut semangat gotong royong di lahan pertanian RT 11 RW 06, Dusun Sidorukun, Kepenghuluan Bangko Balam, Kecamatan Bangko Pusako, Rabu (14/10/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, puluhan orang telah berkumpul di hamparan tanah seluas 0,5 hektar tersebut. Bukan untuk bekerja sendiri-sendiri, melainkan bahu-membahu menanam bibit jagung pipil dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan yang akrab disebut “Ketapang”, sebagai bagian tak terpisahkan dari Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Di barisan depan tampak Kanit Binmas Polsek Bangko Pusako IPDA Syamsul memimpin langsung kegiatan. Bersamanya hadir para Bhabinkamtibmas Polsek Bangko Pusako. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekdes Kepenghuluan Bangko Balam, Direktur BUMDes Bangko Balam, Ketua RT 11 selaku pengelola lahan, serta warga petani setempat.

Tanpa sekat antara aparat dan warga, mereka turun ke lahan bersama-sama. Langkah demi langkah dilakukan dengan teliti — menyiapkan lubang, meletakkan bibit, hingga menutupnya kembali dengan tanah. Kegiatan ini bukan sekadar simbolis. Penanaman ini telah direncanakan matang sebagai bagian dari perencanaan panen raya. Setiap bibit yang tertanam diharapkan tumbuh subur dan kelak menghasilkan panen yang tidak hanya mencukupi kebutuhan warga setempat, tetapi juga berkontribusi pada swasembada pangan di tingkat desa dan kecamatan.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan pernyataan melalui Kapolsek Bangko Pusako, didampingi Kasi Humas Polres Rokan Hilir IPDA Anton, S.H.:

“Ketahanan pangan adalah pondasi kedaulatan suatu daerah. Jika warga bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, maka itulah kemandirian yang sesungguhnya. Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ tidak hanya berarti hadir saat ada gangguan keamanan. Hari ini kita buktikan — kita hadir saat warga menanam harapan untuk masa depan. Kita berdiri di ladang, di sawah, di tempat warga berjuang mencari nafkah. Karena saat pangan tercukupi, saat panen melimpah, itulah keamanan yang sesungguhnya tercipta. Program Ketapang ini bukan program satu pihak saja, ini milik kita semua. Semoga lahan setengah hektar ini menjadi contoh bagi wilayah lain — bahwa dengan kerja sama yang erat, swasembada pangan bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang kita bangun bersama hari ini,” ujarnya dengan penuh harap.

 Para warga yang hadir menyambut baik kehadiran pihak kepolisian. Menurut mereka, kebersamaan seperti ini membuat rasa persaudaraan semakin kuat. Bukan hanya saat ada masalah yang diselesaikan bersama, tetapi juga saat membangun kesejahteraan bersama. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat umum inilah yang menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan di daerah ini.