UPDATE TERKINI: LONGSOR TERJANG SOLOK, JALUR SOLOK–PADANG TERGANGGU”.

beritahulubalang.com, SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin mal9am, 21 September 2026. Peristiwa yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi tersebut membawa material lumpur, batu, kayu dan material longsoran hingga menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman warga di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.

Kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Solok menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Sejumlah kantor pemerintahan dilaporkan terdampak material galodo, di antaranya Kantor Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKPSDM, DPMN, Dinas Pertanian dan DPRD Kabupaten Solok. Material lumpur, batu dan kayu juga menutup sejumlah bagian kawasan perkantoran.

Di Nagari Batang Barus, material galodo juga berdampak terhadap rumah-rumah warga. Laporan sementara menyebut sekitar 100 rumah terdampak, sementara satu jembatan di kawasan tersebut turut tertimbun material dan belum dapat dilalui. Data kerusakan masih dalam proses pendataan oleh petugas.

EMPAT WARGA TERLUKA

Perkembangan terbaru dari BPBD Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Tiga korban mendapatkan penanganan di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang. Hingga laporan terbaru, belum terdapat laporan korban meninggal dunia, namun asesmen dan pendataan masih berlangsung.

JALUR SOLOK–PADANG MASIH TERTUTUP

Galodo juga menyebabkan akses utama Solok–Padang di kawasan Arosuka tertutup material banjir bandang, sehingga untuk sementara belum dapat dilalui kendaraan. Kepolisian mengimbau pengendara dari arah Solok maupun Padang tidak memaksakan diri melewati lokasi terdampak.

Sebagai alternatif, arus lalu lintas sementara diarahkan melalui Padang Panjang. Pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan sampai kondisi jalur utama dinyatakan aman untuk dilalui.

PETUGAS MASIH MELAKUKAN PENANGANAN

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Damkar serta unsur terkait masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi, pembersihan material, penyisiran dan pendataan dampak bencana.

Kondisi cuaca dan kemungkinan hujan kembali juga menjadi perhatian petugas. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi titik yang masih berpotensi membahayakan.

Pemerintah dan petugas terkait masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap korban, kerusakan bangunan, kendaraan, rumah warga serta fasilitas umum yang terdampak. Dengan proses asesmen yang masih berjalan, data kerugian maupun dampak bencana dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan